Tuesday, April 7, 2015

PENGEMBANGAN KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN


Jurusan                        : Psikologi
Kelas                           : 1PA20
Anggota Kelompok    :
·         Amelia Damaiyanti
·         Bella Pratiwi
·         Chica Desi Nada
·         Diah Permata
·         Febrika Fitro T.
·         Fitra Faizani A.
·         Harini mahardwiani
·         Machwinda Brilianti
·         Nenny Sri Rahayu
·         Riezky Juliandra
·         Pratiwi Indy Lestari

Menciptakan Sebuah Inovasi



Nama Barang  : Multifunction Bag
Spesifikasi       :
Ø  Kupluk : terbuat dari parasut, sebagai penutup kepala.
Ø  Smart pocket   : untuk menyimpan barang.
Ø  Mode perahau karet    : dengan menarik tali yang tersedia, permukaan tas mengembang dan menjadi perahu. Dengan spasi berbeda untuk menarikbarang sehingga barang di dalam tas tersimpan rapi.
Ø  Dayung                       : untuk mendayung
Ø  Mode jas hujan            : dengan menarik tali yang tersedia, permukaan tas terbuka dan dapat digunakan sebagai jas hujan.



Penjelasan      : Berdasarkan minat danhobi yang ditekuni setiap individu, membutuhkan fasilitas yang berbeda  pula. Disini kami mendisain tas untuk individu dengan hobi berpetualang, mendaki, melancong, atau traveler. Tas ini memudahkan pengguna dalam mengantisipasi kendala-kendala yang dikhawatirkan terdapat dalam perjalanan. Selain itu, kami  menggunakan bahan yang anti air dan ringan sehingga mudah dibawa kemanapun.

Tuesday, March 10, 2015

Strategi Pengembangan Kreativitas

Saya senang sekali melihat berbagai macam model sepatu yang unik. Rasanya ingin sekali memiliki seluruh sepatu dengan berbagai macam model. Tetapi harga yang dipatok di pasaran kadang kurang bersahabat dan juga kadang warna atau modelnya kurang cocok untuk saya dan saya berpikir kalau ditambahkan sesuatu pasti akan cocok untuk saya. Terkdang juga model sepatu yang saya inginkan sulit dicari di pasaran. Saya mulai berpikir kalau ada tempat yang bisa membuat sepatu sesuai dengan keiingin kita pasti akan sangat diminati. Beberapa bulan lalu kakak saya mengajak saya ke tempat industry rumahan sepatu. Disitu saya sangat bersemangat dan tak sabar untuk memesan berbagai macam sepatu yang saya inginkan. Setelah sampai akhirnya saya memesan beberapa model dan harganya sangat terjangkau oleh kantong mahasiswa seperti saya. Sekitar 3 sampai 4 minggu pesanan sepatu saya jadi. Saat saya pergi dengan teman-teman banyak yang menanyakan saya beli sepatu dimana. Akhirnya saya berpikir mengapa tidak dijual saja. Saya berencana untuk mendesain beberapa model sepatu yang akhirnya nanti bisa saya jual. Saya berharap diumur yang masih muda ini saya sudah bisa menghasilkan uang sendiri.  

Dilihat dari uraian di atas pengembangan kreativitas melalui  4P yaitu:
a.       Pribadi       : Saya senang sekali melihat berbagai macam model sepatu yang unik. Dan rasa ingin memiliki seluruh sepatu dengan berbagai macam model. Terkadang model dan warna sepatu yang sedikit kurang pas dengan kaki saya sehingga saya berinisiatif untuk menambahkan beberapa aksesoris supaya sepatu tersebut terlihat pas. Saya mulai berpikir kalau ada tempat yang bisa membuat sepatu sesuai dengan keiingin kita pasti akan sangat diminati.
b.      Pendorong: Beberapa bulan lalu kakak saya mengajak saya ke tempat industry rumahan sepatu. Lalu saya memesan beberapa model sepatu yang saya inginkan. Ternyata harganya cukup terjangkau dengan kantong mahasiswi seperti saya. Saat sedang jalan dengan teman-teman, banyak yang menanyakan saya beli sepatu dimana. Dari situ saya berpikir mengapa tidak saya jual saja.
c.       Proses  : Awalnya teman-teman saya tertarik dengan sepatu yang saya pakai dan saya berpikir untuk menjualnya. Saya mulai mendesain beberapa model sepatu yang nantinya akan saya pesan ke industry rumahan sepatu tersebut dan nantinya akan saya jual sekaligus kalau-kalau ini dapat membuka peluang untuk menjadi entrepreneur muda.
d.      Produk : Sepatu yang saya desain sendiri

 Nama: Pratiwi Indy Lestari
 NPM  : 18514495
 Kelas : 1PA20

Hasil Diskusi Kelompok 1


1.       Apakah benar anak laki-laki akan lebih kreatif dibandingkan dengan anak perempuan setelah melewati masa kanak-kanak?
-          Kelompok kami setuju bahwa anak laki-laki memiliki kreativitas lebih besar disbanding anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan perbedaan lingkungan pergaulan antara individu anak laki-laki dengan perempuan. Pada masa kecilnya, ketika otak anak masih dapat digunakan dengan seimbang, perempuan menunjukkan prestasi yang lebih menonjol dibandingkan dengan anak laki-laki karena kebiasaanya yang rajin dan keegoisan untuk menjadi yang terbaik. Setelah melewati masa kanak-kanak, anak lelaki cenderung memiliki kehidupan yang cenderung lebih bebas dari perempuan yang secara tidak langsung memotret pengalaman-pengalaman lebih banyak dari perempuan. Banyaknya aktivitas bermain pun seperti bermain sepak bola, music, dan olahraga lain yang memicu aktivitas otak kanan pada anak laki-laki dimana otak kanan merupakan titik anjak kreativitas. Sifat berani yang lebih menonjol pada laki-laki juga mempengaruhi kreatifitas dari segi pengambilan keputusan dan penciptaan inovasi.


2.       Apakah individu golongan social ekonomi yang lebih tinggi memiliki tingkat kreativitas lebih tinggi dibandingkan dengan individu dari golongan social ekonomi yang rendah?
-          Menurut kelompok kami, individu dengan tingkat dengan tingkat social ekonomi yang rendah memiliki kreativitas yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya tuntutan hidup untuk memenuhi kebutuhan. Dalam kondisi tersebut, individu dengan strata social menengah ke bawah akan mencari cara untuk dapat bertahan hidup dan memiliki kehidupan yang lebih layak. Mulai dari cara yang sederhana hingga yang kompleks sekalipun. Pengalaman untuk bertahan hidup tersebut memacu pola piker individu yang memandang dari sudut pandang yang lain juga menerka posibilitas yang dapat terjadi. Hal tersebut memicu kreativitas individu. Lain halnya dengan individu dari social ekonomi menegah ke atas. Berkehidupan cukup membuat mereka terutama diusia muda cenderung bersikap santai dan mejalani hidup yang ada. Hidup mereka tertunjang namun luput dari inovasi. Mereka sangat mungkin lebih pintar, memiliki endidikan tinggi. Namun itu semua tidak menjamin kreativitas mereka.

3.        Apakah kreativitas ditentukan dari urutan kelahiran anak?
-          Menurut kelompok kami anak dari berbagai kelahiran sangat dipastikan memiliki tingkat kreatifitas yang berbeda. Seperti manusia lingkungan pun bersifat fluktuatif pasti senantiasa berubah-ubah. Hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan janin dalam rahim ibu; Bagaimana kondisi fisik serta psikis yang dialami ibu. Setelah anak dilahirkan pun tidak mungkin satu anak dengan yang lainnya menerima perlakuan dari lingkungan yang sama. Rangsangan yang beda pasti menimbulkan efek yang berbeda pada setiap anak seta pola piker mereka dalam merespon rangsangan tersebut. Hal tersebut memicu kreativitas yang berbeda pada setiap individunya.


Nama: Pratiwi Indy Lestari
NPM : 18514495
Kelas : 1PA20

Tuesday, December 30, 2014

Kau dan Aku




Kau dan Aku
Dua orang yang membangun mimpi ditengah realita
Kau dan Aku
Dua orang yang takkan berhenti bermimpi

Kau dan Aku
Dua orang yang ada dalan satu jiwa yang sama
Kau dan Aku
Dua orang yang membunuh waktu dengan canda tawa


Pemutaran Film Doraemon



Credit: http://muviblast.com/news/stand-by-me-doraemon-is-the-most-watched-at-blitzmegaplex/

Film 3D animasi Stand By Me Doraemon sudah tayang di bioskop Jepang awal September 2014 dan meraih sukses di sana. Di Indonesia film karangan Fujiko F. Fujio ini dirilis pada Kamis (11/12) kemarin dan juga meraih banyak penonton.
Yang membuat film ini berbeda dibanding film Doraemon sebelumnya memang teknologi 3D computer CGI yang digunakan. Sebelum-sebelumnya kisah Nobita dan Doraemon memang hanya dibuat dalam versi 2D.
Doraemon adalah salah satu kartun yang setia menemani masa kecil penonton Indonesia. Adapun film tersebut digadang-gadang akan menjadi film terakhir sang robot kucing berwarna biru dan kawan-kawannya. Maka tak heran jika dari penjualan tiketnya saja dapat meraup keuntungan.
Di Blitzmegaplex Teraskota, BSD, Tangerang Selatan bahkan para penonton rela antri berjam-jam untuk melihat film doraemon ini. Sampai tiket yang seharusnya untuk esok harinya pun sudah ludes habis terjual. Antrian pun sampai keluar dari bioskop tersebut.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat terhadap film tersebut, berapa keuntungan yang di dapat?
Menurut data yang dikutip dari Variety pada Kamis (11/12), dalam dua hari penayangan perdananya di Jepang saja film ini berhasil meraup keuntungan sebanyak US$ 4,96 juta atau sekitar Rp 61,2 miliar (Kurs: Rp 12.342/US$). Jumlah tersebut baru berasal dari tiket masuk saja dan belum dihitung dari sumber penerimaan lain.
Pada minggu ke-4 rilisnya, yaitu pada awal September, film Stand By Me Doraemon telah berhasil meraup keuntungan beberapa kali lipat, yaitu sebesar US$ 55 juta
Hingga hari ini, belum diketahui berapa jumlah keuntungan film Stand By Me Doraemon yang telah diraup. Tetapi melihat animo masyarakat yang luar biasa besarnya karena berkaitan dengan kenangan masa kecil mereka maka kemungkinan besar film animasi 3D ini masih akan terus menyumbangkan pundi-pundi kekayaan untuk sang pembuatnya.
Selain dari teknologi pembuatan yang beda, isu bahwa Stand By Me Doraemon bakal jadi film terakhir dari kisah petualangan Nobita dan kucingnya itu membuat banyak yang penasaran. Fans dan penggemar robot kucing biru itu ingin tahu seperti apa akhir kisah kedua sahabat yang telah menemani kita selama puluhan tahun ini.
Namun sepertinya isu tersebut tidak benar. Stand By Me Doraemon bukan film terakhir sebab masih ada lagi sebuah film yang rencananya akan hadir dalam format 2D seperti biasa.

Sumber:http://muviblast.com/news/stand-by-me-doraemon-is-the-most-watched-at-blitzmegaplex/http://jobsmediaonline.com/rela-antri-berjam-jam-demi-tiket-stand-by-me-doraemon/http://lifestyle.bisnis.com/read/20141213/254/382319/film-stand-by-me-doraemon-penonton-antre-tiket-di-blitzmegaplex

Ayo Olahraga!



Car Free Day di Bundaran HI
Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai Car Free Day bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk menurunkan ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Kegiatan ini biasanya didorong oleh aktivis yang bergerak dalam bidang lingkungan dan transportasi.
Tema penting dalam hari bebas kendaraan bermotor, adalah tinggalkan kendaraan bermotor di rumah dan berjalan kakilah atau gunakan kendaraan tidak bermotor atau pun menggunakan kendaraan umum untuk perjalanan panjang.
Di Jakarta Hari Bebas Kendaraan Bermotor pertama kali digelar pada 23 Mei 2002. kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Koalisi LSM Lingkungan sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan pemerintah.
Hari Bebas Kendaraan Bermotor awalnya diselenggarakan pada hari minggu terakhir di setiap bulan di Jakarta. Kegiatan ini berlangsung selama 8 jam dari 06:00 WIB sampai 14:00 WIB, namun karena banyak keluhan dari masyarakat, akhirnya pada hari Minggu26 April 2009 dipersingkat 2 jam. Pada tahun 2011, pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor meningkat, yaitu menjadi dua kali dalam sebulan. Lalu, pada 13 Mei 2012 Hari Bebas Kendaraan Bermotor dilaksanakan empat kali dalam sebulan dari pukul 06:00 sampai 11:00.
Berikut ini daftar ruas jalan di Jakarta yang melayani HBKB (setiap hari Minggu dari pukul 06.00 sampai 11.00):
  1. Seluruh kota administratif (ward)/tingkat provinsi: Jl. Jenderal Sudirman sampai dengan Jl. M.H. Thamrin (dari persimpangan Thamrin-Medan Merdeka Barat sampai dengan Bundaran Senayan)
  2. Jakarta Pusat: Jl. Letjend Suprapto (dari persimpangan Cempaka Mas sampai dengan persimpangan FO Galur)
  3. Jakarta SelatanJl. Sisingamangaraja (dari Bundaran Senayan sampai dengan persimpangan CSW), Jl. Warung Jati Barat (dari persimpangan Mangga Besar sampai dengan persimpangan Pejaten Village)
  4. Jakarta BaratKota Tua Jakarta
  5. Jakarta Timur: Jl. Pemuda (dari persimpangan Arion sampai dengan persimpangan Pemuda-Bekasi Raya)
  6. Jakarta Utara: Jl. Danau Sunter Selatan (dari persimpangan Danau Sunter Utara-Selatan sampai dengan persimpangan Danau Sunter Selatan-Barat)

Pelaksanaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau yang lebih dikenal dengan Car Free Day di Jakarta sudah dimulai sejak 23 Mei 2002. Di usianya yang mencapai satu dekade, warga diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam mengurangi aktivitas dengan menggunakan kendaraan bermotor. 

"Dari pelaksanaan Car Free Day, dari tahun ke tahun sudah terjadi peningkatan kualitas udara dan penurunan pencemaran udara," kata Kepala Bidang Pelestarian dan Tata Lingkungan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Rusman Sagala di Balaikota DKI, Jakarta, Jumat (21/9/2012). 

Hal tersebut dapat dilihat dari presentase penurunan konsentrasi pencemaran yang cukup signifikan pada parameter debu (PM-10), carbon monoksida (CO), nitrogen monoksida (NO), dan total hidrocarbon (THC). 

Keempat parameter tersebut merupakan pencemaran primer yang bersumber dari kendaraan bermotor. Hasil presentase penurunan konsentrasi pencemar rata-rata untuk parameter debu hingga 201e yakni 34 persen untuk PM-10, 70 persen untuk CO, 78 persen untuk NO, dan 14 untuk THC. 

Pelaksanaan Car Free Day di Jakarta ini untuk memenuhi amanat Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara. 

"Mengingat pertumbuhan kendaraaan di Jakarta yang terus meningkat, maka diperlukan sebuah upaya pengendalian gas karbon yang dikeluarkan dari kendaraan," kata Rusman. 

Sementara itu, seiring dengan dampak positif dari pelaksanaan program itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyelenggarakan Car Free Day tidak hanya di tingkat provinsi tapi juga di tiap wilayah Jakarta. 

"Ini sudah digerakkan sejak 23 Mei 2012, Car Free Day di tingkat provinsi dilakukan setiap minggunya di Jalan Sudirman-Thamrin. Sementara itu Car Free Day di tingkat wilayah kota dilakukan sekali sebulan," kata Rusman. 

Adapun tujuan utama diberlakukan Car Free Day ini antara lain untuk menginisiasi setiap individu masyarakat yang hendak bepergian untuk menggunakan kendaraan yang proporsional. 

"Maksudnya kalau dekat tidak perlu pakai motor, cukup berjalan kaki, menggunakan kendaraan umum, atau bersepeda," ujar Rusman.

Dalam acara car free day ini juga banyak warga yang memanfaatkan waktu untuk berolahraga, berkumpul dengan komunitas, atas bahkan sekedar melihat-lihat. Banyak acara yang diselenggarakan pada acara car free day seperti fun bike, jalan sehat, aksi sosial, promosi barang atau suatu acara, bahkan ada acara pertunjukan yang jarang kita lihat. Di car free day kita juga bisa menemukan banyak orang yang berjualan makanan, minuman, baju, sepatu, dan lain-lain.

Sumber:
http://infocarfreeday.net/
http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_bebas_kendaraan_bermotor
http://megapolitan.kompas.com/read/2009/03/29/07151489/car.free.day.di.sudirman-thamrin
http://regional.kompas.com/read/2012/09/21/20023160/Car.Free.Day.Ampuh.Kurangi.Pencemaran.Udara.Jakarta


Biarkan Gajah Menjadi Gajah



Gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis) adalah subspesies dari gajah asia yang hanya berhabitat di pulau Sumatera. Gajah Sumatera mempunyai ukuran tinggi badan sekitar 1,7-2,6 meter. Jika dibandingkan dengan Gajah Afrika, ukuran Gajah Sumatera lebih kecil. Gajah sumatera adalah mamalia terbesar di Indonesia, beratnya mencapai 6 ton. Herbivora raksasa ini sangat cerdas dan memiliki otak yang lebih besar dibandingkan dengan mamalia darat lain. Telinga yang cukup besar membantu gajah mendengar dengan baik dan membantu mengurangi panas tubuh. Belalainya digunakan untuk mendapatkan makanan dan air dengan cara memegang atau menggenggam bagian ujungnya yang digunakan seperti jari untuk meraup. Gajah Sumatera tinggal di dataran rendah, terutama di lokasi yang berdekatan dengan sungai. Setiap hari ia mengkonsumsi 200 kilogram makanan. Makanan tersebut akan menyisakan biji yang akan disebarkan dalam pengembaraan gajah yang bisa mencapai jarak 15 kilometer setiap harinya. Gajah Sumatera merupakan ‘spesies payung’ bagi habitatnya dan mewakili keragaman hayati di dalam ekosistem yang kompleks tempatnya hidup. Artinya konservasi satwa besar ini akan membantu mempertahankan keragaman hayati dan integritas ekologi dalam ekosistemnya, sehingga akhirnya ikut menyelamatkan berbagai spesies kecil lainnya.

Saat ini kondisi populasinya semakin menurun seiring dengan tingginya laju kehilangan hutan Sumatera, hanya tersisa 2.400 hingga 2.800 individu Gajah Sumatera di alam. Kehidupan mereka terancam oleh perburuan, deforestasi, dan hilangnya habitat, serta konflik dengan manusia. Saat ini status gajah sumatera telah ditingkatkan dari ‘Genting’ menjadi ‘Kritis’ dalam Daftar Merah (Red List) yang keluarkan oleh Lembaga Konservasi Dunia –IUCN. Banyak tindakan yang tidak manusiawi terhadap gajah seperti kejadian pada tahun lalu yang terjadi di Pekanbaru, bangkai empat ekor gajah ditemukan membusuk di areal perambahan dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Mereka tidak di temukan dalam satu tempat yang sama tetapi tersebar di areal perambahan tersebut. Salah seorang warga yang menemukan gajah itu mengatakan pada saat ditemukan gajah tersebut masih ada nafasnya. Di Aceh juga di temukan seekor anak gajah yatim piatu, Raju. Raju di temukan warga Desa Blang Pante Kecamatan Paya Bakong Aceh Utara, sendirian di dalam hutan. Selama 25 hari Raju dalam perawatan Pusat Konservasi Gajah Saree, ia dalam pengawasan dokter hewan dan diasuh mahout (pawang) selama 24 jam. Raju diberi minum susu formula soya setiap dua jam. Harapan hidup Raju cukup besar di awal kedatangan di PKG Saree. Dia lincah, senang berjalan-jalan di halaman depan klinik gajah dan bermain bersama anak gajah bernama Agam. “Sejak awal kita punya harapan Raju akan bertahan, melihat kondisi kesehatan membaik dan diare sudah hilang,” kata Rosa, dokter hewan. Raju terus diare dan malnutrisi hingga mengalami dehidrasi. Berat badan menyusut hanya tinggal tulang berbalut kulit. Hingga akhirnya raju mati setelah menghabiskan 13 botol infus. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah, dalam hal ini kementrian kehutanan bekerjasama dengan Taman Safari dan World Wide Fund (WWF), Taman Nasional Way Kambas merupakan taman nasional Pusat Konservasi Gajah yang terletak di daerah Lampung, yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk melindungi dan melestarikan habitat gajah. Tetapi kebijakan itu dirasa belum cukup untuk melindungi gajah dengan dibuktikannya banyak kasus gajah-gajah yang mati bahkan Taman Nasional Tesso Nilo pun telah dirambah menjadi pekerbunan kelapa sawit, disini terlihat kurang ketatnya pengawasan dan perlindungan yang dilakukan pemerintah dan longgarnya regulasi yang dilakukan pemerintah.

Setelah kita melihat fakta-fakta diatas gajah sumatera adalah fauna endemik indonesia yang harus dilindungi. Upaya konservasi gajah di Indonesia harus dapat lebih menyerap aspirasi masyarakat serta disesuaikan dengan agenda pembangunan di daerah. Oleh sebab itu, bisa dikatakan bahwa saat ini Indonesia belum memiliki strategi konservasi gajah yang komprehensif dan aktual. Perlu dilakukan pemutakhiran strategi konservasi gajah di Indonesia. Strategi konservasi dan rencana aksi secara nasional yang efektif dan aplikatif memerlukan informasi yang akurat, serta harus juga dapat mengkomodir aspirasi berbagai pihak supaya konservasi tidak menimbulkan kesan sebagai upaya yang menghambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, melainkan dapat berjalan selaras dan dapat mendukung agenda pembangunan.

Sumber:
http://jambi.tribunnews.com/2014/12/30/upaya-pemerintah-atasi-konflik-gajah-dan-manusia-masih-minim
http://www.savesumatra.org/index.php/species/detail/2
http://www.wwf.or.id/program/spesies/gajah_sumatera/
http://gajah.blogdetik.com/index.php/page/2/